Apa itu Etika Bisnis?
NAMA : Muhamad Boby Reza
NPM : 14218297
KELAS : 3EA32
JURUSAN : Manajemen
Apakah kalian tau apa itu etika bisnis? dan apakah dalam menjalankan sebuah bisnis kita perlu etika? dan apa yang terjadi pada saat kita menjalankan suatu bisnis kita tidak menerapkan etika yang baik? Mungkin pertanyaan - pertanyaan ini sering kali muncul. Faktanya dalam dunia bisnis, etika adalah hal yang sangat penting untuk membantu mengelola serta menjalankannya. Sebagai makhluk sosial, tentunya kita tidak bisa hidup sendiri. Untuk menjalin hubungan tersebut ada nilai yang tergabung dan tata cara hidup dalam lingkungan bermasyarakat atau biasa disebut dengan etika. Dengan adanya etika, kita dapat menjalankan atau mengembangkan bisnis dengan sangat mudah. Sebelum kita lanjut alangkah baiknya kita belajar sedikit demi sedikit, Apa sih etika itu?
Menurut Manuel G.
Velasquez etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan
standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar
diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar ini masuk akal atau tidak
masuk akal, didukung dengan penalaran yang bagus atau yang jelek. Ia juga
mengemukakan bahwa etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral
yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana
diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Hakekat Etika Bisnis
Drs. O. P.
Simorangkir menjelaskan bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas
asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral.
Karena bisnis
beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika
bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi
yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan
tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem-sistem
ekonomi, struktur bisnis.
Etiket Moral, Hukum dan Agama
Sebelumnya, ada
perbedaan antara Etika dan Etiket loh. Perbedaan mendasarnya adalah :
1. Etika atau Ethics artinya adalah moral.
2. Etiket atau Ethiquetle artinya adalah sopan santun
Dan seperti yang
kita ketahui keduanya itu menyangkut dengan perilaku manusia secara normative,
artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa
yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Perbedaannya yang penting antara lain yaitu :
1. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan
manusia. Diantara beberapa cara yang mungkin, etiket menunjukkan cara yang
tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan
tertentu.
2. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan.
Etika menyangkut pilihan yaitu apakah perbuatan boleh dilakukan atau tidak.
3. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Bila tidak ada saksi
mata, maka maka etiket tidak berlaku.
4. Etika selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata, tidak
tergantung pada ada dan tidaknya seseorang.
5. Etiket bersifat relatif artinya yang dianggap tidak sopan
dala suatu kebudayaan, isa saja diangap sopan dalam kebudayaan lain.
6. Etika jauh lebih bersifat absolut. Prinsip-prinsipnya tidak
dapat ditawar lagi.
7. Etiket hanya memadang mausiadari segi lahiriah saja.
8. Etika menyangkut manusia dari segi dalam. Orang yang bersikap
etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.
Perbedaannya Etika dan Moral
Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk.
Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik.Moralitas adalah sifat
moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk.
Perbedaannya Moral dan Hukum
Tahukah kalian,
sebenarnya diantara keduanya terdapat hubungan yang cukup erat. Karena antara
satu dengan yang lain saling mempengaruhi dan saling membutuhkan loh, dan
faktanya Kualitas hukum itu ditentukan oleh moralnya. Oleh karena itu hukum
harus dinilai dan diukur dengan norma moral. Dengan demikian hukum dapat
meningkatkan dampak moralitas sosial. Walaupun begitu Moral dan Hukum memiliki
arti yang sangat berbeda. Perbedaan tersebut adalah :
1. Hukum bersifat obyektif karena hukum dituliskan dan
disusun dalam kitab undang-undang. Maka hukum lebih memiliki kepastian yang
lebih besar, sedangkan Moral bersifat subyektif dan akibatnya seringkali
diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tentang etis
dan tidaknya.
2. Hukum hanya membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku
lahiriah manusia saja, Sedangkan moralitas menyangkut perilaku batin seseorang.
3. Sanksi hukum bisanya dapat dipakasakan, Sedangkan sanksi
moral satu-satunya adalah pada kenyataan bahwa hati nuraninya akan merasa tidak
tenang.
Perbedaannya Etika dan Agama
Etika mendukung
keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal
pikiran untuk memecahkan masalah. Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama
yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama
menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.
Klasifikasi Etika
Sebagai cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku
manusia, etika memberikan standar atau penilaian terhadap perilaku tersebut.
Oleh karena itu, etika terbagi menjadi empat klasifikasi yaitu:
1. Etika Deskriptif: Etika yang hanya menerangkan apa adanya
tanpa memberikan penilaian terhadap objek yang diamati.
2. Etika Normatif: Etika yang mengemukakan suatu penilaian mana
yang baik dan buruk, dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh manusia.
3. Etika Individual: Etika yang objeknya manusia sebagai
individualis. Berkaitan dengan makna dan tujuan hidp manusia.
4. Etika Sosial: Etika yang membicarakan tingkah laku manusia
sebagai makhluk sosial dan hubungan interaksinya dengan manusia lain. Baik
dalam lingkup terkecil, keluarga, hingga yang terbesar bernegara.
Konsepsi Etika
Konsep-konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens,
2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas
akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga
untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap
orang lain.
Teori-teori etika:
1. Utilitarianisme
Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan diangap baik
bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme
bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat
masyarakat secara keseluruhan. Dalam implementasinya sangat tergantung pada
pengetahuan kita akan hal mana yang dapat memberikan kebaikan terbesar.
Seringkali, kita tidak mungkin benar-benar mengetahui konsekuensi tindakan kita
sehingga ada resiko bahwa perkiraan terbaik bisa saja salah.
2. Analisis Biaya-Keuntungan (Cost-Benefit Analysis)
Pada dasarnya, tipe analisis ini hanyalah satu penerapan
utilitarianisme. Dalam analisis biaya-keuntungan, biaya suatu proyek dinilai,
demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap
biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan. Bila dilihat dari teorinya,
sangatlah mudah untuk menghitung biaya dan keuntungan, namun dalam penerapannya
bukan hanya hal-hal yang bersifat materi saja yang perlu diperhitungkan
melainkan hal-hal lahir juga perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan.
3. Etika Kewajiban dan Etika Hak
Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada
tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah
tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita
semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak
dapat diterima secara etika.
Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi
yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang
sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu
mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini
adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam
penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.
4. Etika Moralitas
Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan
kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan
dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik
(bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter
yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral
pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam
kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga
akan bermoral.
Source :
http://bayuprismatara.blogspot.com/2016/10/konsepsi-etika.html
http://indonugraha.blogspot.com/2014/09/etika-bisnis.html#:~:text=K.%20Bertens%20(2008%3A5,moralitas%20dalam%20ekonomi%20dan%20bisnis.&text=Dapat%20dikatakan%20juga%2C%20etika%20sebagai,sebagai%20refleksi%20adalah%20pemikiran%20moral.
https://text-id.123dok.com/document/dzx6l41wz-konsepsi-etika-dan-moralitas.html
https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-etika-bisnis/
Referensi :
Bartens, K. (2000). Pengantar Etika Bisnis. Yogyakarta,
Penerbit Kanisius.
Keraf, A.,Sonny ,(1998). Etika Bisnis dan Relevansinya.
Yogyakarta, Penerbit Kanisius.
Velasques, G., Manuel (2002), Business Ethics: Consepts dan
Cases, Prentice Hall

Comments
Post a Comment